Mungkinkah Follower dan Like-er Dicuri?
Posted January 9, 2012 Written by: Odin HadiwiyanaAkhir tahun kemaren, ada berita yang menarik seputar social media. Utamanya yang berkaitan dengan salah satu social media chanel yang di prediksi akan lebih banyak digunakan dan mendapatkan pendapatan besar (‘bersinar) di 2012, twitter. Ya, berita terkait twitter itu soal adanya gugatan pencurian ‘follower’ oleh PhoneDog terhadap mantan karyawannya yang merupakan blogger, Noah Kravitz.
Saat bekerja di Phonedog, Noah Kravitz akun twitter @Phonedog_Noah. Ketika keluar dari PhoneDog pada oktober 2010, ia mengubah nama akun tersebut menjadi @noahkravitz. PhoneDog menganggap jika membengkaknya followers Noah Kravitz berkat kepopuleran PhoneDog. Itulah mengapa PhoneDog menggap bahwa follower Noah sejulam 24427 ( jumlah ini saya liat ketika posting tulisan ini) itu merupakan properti milik perusahaan yang harus diserahkan.
Untuk lebih jelasnya, silahkan tulisan di detikinet, telegraph, dan cnet .
Andai Follower dan Like-er dicuri?
Kasus yang menimpa Noah Kravitz, ttu hanya orang yg bekerja di perusahaan dan menambahkan nama perusahaan diakunnya. Lalu bagaimana kalau seoarang social media specialist atau social media adminya yang ‘membawa’ kabur ?.
Ya, belakangan ini memang banyak perusahaan yang mulai terjun ke social media. Namun terkadang tak diimbangi dengan pengetahuan tentang social media di internal perusahaan. Langkah instan yang di ambil adalah di serahkan ke agency atau ke personal freelace untuk mengelola semua akun social media kita.
Ya, kalau boleh saya berandai, kita sebagai pemilik akun brand dan orang pengelola akun itu bermasalah. Kemudian si pengelola mengganti alamat email dan pasword dari setiap akun kita. Atau dia membuat update content yang jelas sangat menyudutkan brand. Seperti yang terjadi pada kasusu mahasiswa ini, walau ini untuk akun personal tapi setidaknya bisa jadi bahan pelajaran.
Coba kayak wordpress
Twitter hanya menukinkan dibuka dengan dengan satu akun saja. Twitter tidak seperti fanspage facebook, satu fans page bisa kelola oleh beberapa user sebagai admin. Dengan adanya multi admin tentu ini sangat membantu mengembangkan dan mengelola page facebook.
Sayangnya semua user yang dijadikan admin sebuah fanspage facebook punya hak akses yang sama. Tak ada super administrator misalnya. kalau berandai lagi, bisa saja toh seorang admin punya masalah dengan pemilik brand dan meremove dia sebagai admin. Dan menyalahgunakan fanspage tersebu tersbut.
Kalau saja seperti wordpress, jadi satu blog bisa dikolala oleh lebih dari satu orang. Tapi ada adminitrator utamanya, dan si administrator utama punya hak menentukan admin yang lain mendapat hak ases apa saja misalnya hanya sebagai editor, kontributor dll. Sayangnya facebook tak sampai kesana.
Post Lainnya
-
http://margeraye.blogdetik.com melly
-
http://anny.blogdetik.com anny



